JournalMateri KuliahSalam

Membantu Sesama Akan Melembutkan Hati

Oleh: Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad

Pemimpin Tertinggi HPA International

Banyak orang yang takut akan berkurang hartanya karena melakukan infak ataupun sedekah. Padahal, infak dan sedekah sesungguhnya akan memberikan dampak yang sangat positif bagi mereka yang mencintainya. Bahkan dapat mengikis rasa kerakusan kita.

Kita simak saja apa kata ulama. “Tidak perlu khawatir untuk berinfak karena infak dan sedekah itu justru memperbanyak harta kalian, dan mengikis rasa kerakusan kita akan harta.” Inilah tanggapan Tuan Haji Ismail yang ditanya baru-baru ini. Mereka yang rajin berinfak dan bersedekah justru akan Allah tutup dari berbagai macam musibah. Serta, dapat membersihkan hati dari berbagai macam kebakhilan.
Sifat kikir (bakhil) berpotensial menimpa setiap orang, termasuk yang berkecukupan, karena setiap orang memiliki kecenderungan dan kecintaan terhadap dunia dan kekayaan pada khususnya. Kecenderungan ini adalah fitrah yang ada pada setiap manusia tanpa terkecuali, sebagaimana ditegaskan dalam Alquran yang artinya: “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik. (QS Ali Imran [3]:14).

Kecintaan terhadap kekayaan tersebut bisa berubah menjadi kecintaan yang berlebihan hingga menganggap setiap hasil usahanya adalah hartanya semata, tidak perlu diinfakkan dan disedekahkan kepada orang lain.
Allah SWT menjelaskan tentang sifat kikir dan rakus ini yang artinya: “Dan manusia itu memang sangat kikir” (QS al-Isra [17]: 100) dan firman Allah SWT dalam ayat lain yang artinya: “Walaupun manusia itu menurut tabiatnya itu kikir” (QS an-Nisa [4]: 128).

Orang kikir adalah orang yang sangat cinta harta dan menjadi hamba harta karena menjadikan dunia sebagai tujuan akhir hidupnya. Rasulullah SAW bersabda: “Celakalah hamba dinar (uang emas), celakalah hamba dirham (uang perak), celakalah hamba khamishah (pakaian yang cantik) dan celakalah hamba khamilah (ranjang yang empuk).” (HR Bukhari).

Hadis tersebut menjelaskan tentang kondisi orang yang menjadi hamba harta. Sesungguhnya kikir adalah penyakit sosial yang berbahaya terhadap individu, keutuhan keluarga, masyarakat, bahkan negara. Tingginya angka kemiskinan, tingginya angka dhuafa, melebarnya tingkat kesenjangan sosial, dan banyaknya anak putus sekolah karena masalah ekonomi adalah sebagian kecil fenomena yang muncul karena sifat kikir para aghniya yang enggan berempati dan memberikan sedikit dari yang dimilikinya untuk yang berhak. Walluhu’alam.(*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close