GaleriNewsSlide

Sebuah Kutipan dari Tuan Haji Ismail

 HpaInternatioal.biz – Menurut Ibnu Kholdun manusia hilang rasa malunya saat ini untuk melakukan maksiat karena banyak mengkonsumsi makanan dari sumber-sumber yang haram termasukllah dari sumber-sumber babi…

Menurut pendapat Dr.Yusuf Qordhowi, Rasulullah SAW pernah membenarkan Abdurrahman bin Auf & Azzubair untuk memakai serta menggunakan kain & baju yang dibuat dari bahn sutera, sedangkan kita tahu sutera itu haram digunakan untuk kaum lelaki. Tetapi karena penyakit badan yang diderita Abdurrahman dan Azzubair, Rasulullah SAW mengizinkan penggunaan kain dan baju sutera tersebut. Begitu juga kita melihat rasul membenarkan satu kaum yang mengalami penyakit kulit karena adanya perbedaan cuaca dan suhu, Rasulullah SAW menyarankan menggunakan air seni (air kencing) unta. Kenapa rasul membenarkan menggunakan air kencing unta?? Ini karena keadaaan darurat.

Dr.Yusuf Qordhowi berpendapat bahwa dalam keadaan darurat islam mengizinkan walaupun pada dasarnya islam tidak membolehkan.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu, Islam tidak membenarkan menggunakan air kencing sendiri atau di Indonesia disebut Terapi Urine, hal ini tidak ada dalam sunnah nabi, dalam Hadist dan tidak ada dalam pengobatan Islam lainnya, ini semua datang dari pengobatan-pengobatan yang meragukan, tidak bersyahadatain dan pengobatan yang tidak memikirkan halal & haram dalam Islam.

Untuk itu kesehatan ibu dan anak perlu menjadi perhatian, bahwa ibu yang hamil dalam keadaan sehat akan melahirkan anak yang sehat pula, Insya Allah, begitu sebaliknya ibu hanil dalam keadaan sakit akan melahirkan anak yang sakit pula. Inilah hukum alam yang dapat kita lihat. Oleh sebab itu, kita menganjurkan kepada ibu-ibu yang sedang hamil untuk mengkonsumsi herba spirulina, Madu lebah dan masih banyak lagi herba-herba yang digunakan untuk ibu-ibu semasa hamil.

Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian.. suatu kajian yang dihasilkan dari karakter anak yang dilahirkan apakah ia menjadi pendiam ataupun agresif setelah besar, ini tergantung sejak ia didalam kandungan/ rahim ibunya, kalau ibunya sewaktu hamil dalam keadaan stress maka anak yang dilahirkan akan menjadi pendiam. Ini dibuktikan sendiri sebagaimana akhlak Rasulullah SAW yang merupakan orang paling baik diantara keluarga. Hal ini memberikan sedikit berita gembira kepada ibu-ibu, sebab apakah semua ini ditentukan oleh gen / generasi, karena generasilah yang akan meneruskan kehidupan didunia ini dan itu sangat dipengaruhi kondisi sewaktu dalam kandungan ibu. Ibu itulah yang menentukan, jika ibu itu pendendam maka nak yang dilahirkan juga pengasih dan penyayang dan jika sewaktu hamil itu ibu pemarah, anak yang dilahirkan juga pemarah, tetapi jika ibu memakan produk yang haram maka anak yang dilahirkan juga akan hilang rasa malunya.

Menurut Ibnu Kholdun sebab manusia hilang rasa malunya melakukan maksiat karena banyak mengkonsumsi makanan dari sumber-sumber yang haram termasuk dari sumber-sumber babi. Contohnya ayam..bapak ibu sekalian…hasil penelitian dari DNA ayam yang diteliti di Malaysia didapat bahwa banyak diantara ayam itu memiliki DNA babi. Kenapa pada ayam terdapat DNA babi?? Ada 2 sebab:

Makanan ayam : pakan ayam yang menggunakan DCP, ayam-ayam diberi makan dari hasil pengolahan tulang-tulang. Pada tahun 1986 majelis fatwa Malaysia memutuskan bahwa tidak dibenarkan kepada pengusaha ayam untuk memberikan pakan ayam yang bersumber pada yang haram (babi), yang amnakita ketahui bahwa ayam ini akan mewarisi DNA dari babi.

Ayam disuntik dengan hormon pembesaran yang diambil dari sumber babi. Penyuntikan ayam ini dilakukan pada umur 25 hari,…mana mungkin ayam pada umur 25 hari bisa begitu besar dan kita telah teliti dalam penelitian R & D HPA. Dimana ayam tidak boleh dipotong pada umur 38 hari.

Bagaimana kalau diambil pada umur 25 hari??? Sudah tentu banyak untung, sebab dapat dijual dengan cepat dimana ayam tersebut perlu disuntik untuk menjadi besar dengan menggunakan Growth hormon (hormon pembesar) yang kita ketahui asal hormon tersebut dari babi. Marilah semua itu menjadi perhatian kita..(*)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close