Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad – Herbalis, Dia Sang Perawat Hati

0
458
Tuan Haji Ismail Sedang Menunjukkan Bahar Ramuan Herba Kopi Radix

HPAInternational.biz – Siapa yang tidak mengenal sosok Tuan Haji Ismail bin Ahmad. Bagi sebagian rakyat Malaysia tentu sudah kenal. Apalagi para hrbalis yang terhimpun dalam Herba Penawar Al-Wahida (HPA) tentu tak sing lagi.

Tuan Haji, sapaan kepada beliau, memang adalah pendiri dan sekaligus pemilik HPA. Ia lahir di desa Jejawi Perlis, Malaysia pada 1 Juni 1963. Tuan Haji telah membuktikan dirinya salah satu putera terbaik Malaysia yang sukses menjadi pengusaha, juru dakwah dan tabib muslim. Salah satu ucapan beliau yang menjadi motto HPA di seluruh Asia Tenggara.

“Kita harus menolong umat Islam agar kembali bangkit menuju kejayaan. Siapa lagi kalau bukan kita, Kapan lagi kalau bukan sekarang?”

Untuk mewujudkan itu semua beliau berpijak pada dua misi besar yang kini tengah dikembangkannya hingga Eropa dan Timur Tengah, yaitu membangun ekonomi umat Islam dan menciptakan obat-obatan yang berkualitas tinggi yang diolah secara Islami.

HPA merupakan multi level marketing (MLM) yang berstatus syariah. Stempel syariah di sini bukanlah main-main atau sekadar simbol belaka, namun harus melewati beberapa persyaratan ketat yang harus dilalui seperti: produk yang dijual harus halal, sistemnya adil, dan yang terpenting adalah keuntungan dari perniagaan itu mestilah dikembalikan kepada umat Islam.

Keprihatinan Tuan Haji terhadap obat-obatan yang beredar dewasa ini tanpa memperdulikan halal dan haram menyebabkan beliau memproduksi sendiri obat-obatan alami (herba) yang berkualitas tinggi dan diproses secara hati-hati melalui teknologi modern tapi tetap memegang teguh prinsip-prinsip dan etika Islam.
InsyaAllah semua produk HPA mendapat pengakuan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) dengan memberi sertifikat Good Manufacturing Product (GMP) pada tahun 1999, merupakan pengakuan tertinggi untuk kualitas dan khasiat produk herba tersebut. HPA merupakan perusahaan Malaysia yang mendapat sertifikasi dari WHO untuk bidang obat-obatan.

Siapapun yang berjumpa dengan Tuan Haji pastilah enggan untuk berpisah. Entah mengapa seola-olah terdapat kesejukan, kedamaian dan ketenangan tersendiri ketika bersama-sama dengan beliau. Tutur katanya, murah senyumannya, keluasan ilmunya dan ketawadhuannya seolah menjadi magnet yang mampu memikat setiap orang yang berada di dekatnya.

“Orangnya cukup sederhana sekalipun memiliki rangkaian perniagaan berjuta ringgit. Ketika ahli setarafnya bergaya dengan banglo (bungalow), beliau lebih selesa (suka) menetap di rumah pusaka (warisan) keluarganya yang beratap rumbia dan berdinding buluh.” kata Zainudin, Wartawan Metro, ketika menggambarkan sosok Tuan Haji Ismail.

Saya lebih senang bila orang lebih mengenal produk dan syarikat (perusahaan) saya daripada diri saya.” Itu sebuah ungkapan tulus.

Saat ini, Tuan Haji memperkerjakan 350.000 tenaga ahli di seluruh Malaysia, beberapa pabrik dan rumah sakit di Malaysia dan satu pabrik di Indonesia. Lebih menarik lagi, hobi Tuan Haji sejak berusia 12 tahun adalah senang bermain di hutan.

Ia adalah lulusan Universitas Putra Malaysia (UPM) tahun 1985. Telah gemar masuk hutan. Yang dicari adalah pokok herba dan akar kayu. Malah walaupun posisinya sebagai Direktur Utama HPA, begitu bersahaja dan akrab.

Pengalaman yang menarik ketika menjelajahi hutan adalah ketika menemukan sejenis garam di puncak gunung Jerai yang cukup berkhasiat untuk penyakit diabetes. Saat yang tepat untuk mengambilnya, menurut Tuan Haji, ialah selepas kambing gurun menjilat garam tersebut. Dan kambing itu hanya datang pada waktu tertentu saja.

Pengalaman lainnya ketika menemukan ‘batu leleh’ yang ukurannya sebesar pelukan orang dewasa yang mempunyai fungsi banyak keistimewaan terutama berfungsi sebagai penyerap racun dan bernilai ratusan ribu ringgit.
Dari hobinya bemain di hutan, lalu menggiring beliau masuk UPM fakultas pertanian. Selepas dari UPM, beliau berkerja di LPP (Lembaga Pertumbuhan Peladang) Kampung Kok Kelang, dekat Padang Sidin di Perlis. Bakat luar biasa Tuan Haji di bidang herba ternyata membuahkan hasil, yakni memenangi anugerah Hari Q (qualiti) oleh Jabatan Perdana Menteri (JPM), dan bonusnya pun terbang ke Indonesia.(*)

Ada sebuah syair yang ditulis Tuan Haji berjudul ‘Sang Herbalis’ seolah menggambarkan sosok dirinya yang berusaha selalu ada di mana-mana tanpa bisa disekat oleh ruang dan waktu.

Herbalis bukanlah perawat biasa
Dia tidak berada di bilik-bilik rumah sakit
Dia tidak berada di ruang-ruang perkantoran
Sebab dia tidak terkurung pada ruang dan waktu

Tujuannya hanya satu, merawat hati.

 

Hati yang bahagia dan tentram merupakan kekuatan fitrah untuk membangkitkan daya tahan dan semangat hidup orang-orang yang sebelumnya telah berada pada tepi keputusasaan.
Merawat hati bukanlah sekadar kata-kata yang santun. Tapi, lebih dari itu, ia telah melakukan dan akan terus dilakukan hingga senyum bisa kembali mengembang pada bibir setiap orang yang membutuhkan perawatan.
“Orang yang paling hebat adalah orang yang sederhana dalam berkata dan brilian dalam bertindak.” (Confusius, Filsuf China) .(*)

Disadur Oleh: Bangun Lubis

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here